With or Without Campervan?

With or Without Campervan?

I like the phrase that Steve used, “Please take your first step to your new home.” ketika orang lucu bener dari Wilderness Motorhomes ini mempersilahkan kita masuk ke dalam van putih yang panjangnya auuujuubileeeee. Pemandangan NZ yang luar biasa bukan hanya terdapat di destinasi kota / tempat tujuan, tetapi view NZ ada di sepanjang jalan yang dilalui. Karena itu, kebanyakan para turis yang datang ke sono menyewa kenderaan pribadi sehingga bebas berhenti & foto2 dulu dibanding naik bus yang punya schedule lebih ketat. Nah… sebelumnya saya pengen nulis agak panjang mengenai serba-serbi campervan, kenapa kita memakai campervan instead of nyewa mobil ato nae bus. Bear with me ๐Ÿ˜€ Tau mengenai campervan jelas teracuni dari my friends, Edward & Francy yang uda duluan pergi kesono 2 taon lalu dan bikin video yang bagus banget macam iklan tentang tripnya di sini. Setelah survey lagi kemudian hari, ada juga Amank en Haidy dari Banjarmasin yang juga bikin video lengkap tentang campervan en baik hati banget menjawab semua pertanyaan bawel yang saya tanyakan, thanks guys! liat videonya di sini.

The 3400 km New Zealand’s Road Trip

The 3400 km New Zealand’s Road Trip

‘You guys are the wildest Wilderness that we ever had!’ kata Mike, salah satu staff Wilderness Motorhomes tempat kita menyewa campervan, mobil van dengan isi ranjang, toilet dan dapur. Wildest soalnya umumnya orang2 traveling 280 km/hari. Kita? 380 km/hari saja, setara nyetir dari medan ke lombok dalam 9 hari! Sejak pertama kali bermimpi mau traveling ke New Zealand, saya sudah mempersiapkan diri dengan segudang pengetahuan macam lagi bikin skripsi. Semua area wisata seputar South Island mulai dari yang skala tourist abis sampe yang terpencil yang ga bakalan ketemu orang awam datang berkunjung ditelusuri. Tempat tidur, restoran, transport, cuaca sampai puluhan blog tak baca dengan detail. Saya ga suka memikirkan menghabiskan ‘cuma’ NZD 2000 lebih dalam 10 hari hanya duduk di 1-2 kota turis saja.ย Berbeda 180 derajat dengan suami saya yang justru needs a surprise, he’s those kind of travellers that flowing as the wind blow. So kita berdua cocok lah, I’m the one who spent the money and he’s the one yang nyari :D….ga nyambung…