The Greatest Showman

The Greatest Showman

Ketika hendak menulis blog, saya bertanya kepada hubby lebih baik menulis tentang traveling ke pulau pas liburan kemaren atau opini saya tentang berita yang membuat saya sempat shock beberapa hari yang lalu, mengenai Pak Ahok. Tiba2 kedengaran suara anak saya yang paling kecil yang mulai abg, “Traveling lah! Mama jangan ikut campur urusan orang deh!”

2018!

2018!

HAPPY NEW YEAR dear all friends & family yang ngikutin blog 3teddies2bears 😀 Saya browsing2 di medsos almost everyone I know spent their new year with someone or something they love, ntah itu keluarga, teman ataupun enjoying a meaningful sunset by themselves. Dari yang lavish keliling eropa sampe yang simple2 foto di teras rumah sambil bakar2 bbq, ekspresinya setiap orang hampir sama : Happy!

Sinetron Di Pagi Hari

Sinetron Di Pagi Hari

Rasanya hati ini mau berteriak dan mengomel2 sepuasnya, ketika jarum jam bergerak ke angka 6 di jam 9 dan tidak ada pergerakan apapun di pintu masuk. Sambil memelototi handphone di tangan sementara nada dering berbunyi : “Maaf, telepon yang anda tuju tidak dapat dihubungi.”  Mendadak badan langsung berasa cape dan ngilu2 dan kondisi hatipun gundah gulana.

The Dragon & The Monkey

The Dragon & The Monkey

Ahay! Akhirnya kita bisa duduk sambil nge-teh en ketik laptop lagi. Rasa2nya sejak bulan Maret project go on terus, dari urusan rumah tangga (lebaran ga pake mbak yang pasti), urusan kerjaan, keluarga besar (mertua ultah, liburan ponakan pada berlibur ke Jakarta), sampe urusan traveling yang bikin cukup mabok (karena semuanya mepet en kudu diarrange ala-ala tour guide dadakan). Dan kalo memikirkan blog kok rasanya tiba2 jadi hun-hun, saking banyaknya cerita traveling yang ketinggalan.

Benih Itu Bernama Ahok

Benih Itu Bernama Ahok

10 Mei 2017.  Sehari setelah vonis hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada Pak Ahok. Saya ingat 3 tahun lalu ketika pilpres 2014, saya masuk ke bilik suara dan sambil menghela napas memilih no. 1 sebagai calon presiden saya. Selama 2 bulan saya dan suami boleh dibilang harus melawan arus mayoritas di sekeliling kami, mempertahankan pendapat kami baik dengan berdebat atau hanya tersenyum saja, dari yang dibilang halus banget (lu pilih gerombolan penjahat?) sampe yang cukup kasar (lu berdua uda gilak?? Udah ga percaya Tuhan???).