The Greatest Showman

Ketika hendak menulis blog, saya bertanya kepada hubby lebih baik menulis tentang traveling ke pulau pas liburan kemaren atau opini saya tentang berita yang membuat saya sempat shock beberapa hari yang lalu, mengenai Pak Ahok. Tiba2 kedengaran suara anak saya yang paling kecil yang mulai abg, “Traveling lah! Mama jangan ikut campur urusan orang deh!” Buset dah! Iki jawabnya kok galak bener. Tapi abis itu saya pikir2 lagi bener juga ya, kenapa saya musti ikut kepo juga menulis hal privat orang yang masih blur dengan pengetahuan super terbatas. Tapi kok saya masih sedih dengan kondisi ini dan ga mood nulis jalan2 yang hore2. Abis itu teman saya ngusulin menulis tentang The Greatest Showman ini. And I’m like ‘Aha!’

Continue Reading

2018!

HAPPY NEW YEAR dear all friends & family yang ngikutin blog 3teddies2bears 😀 Saya browsing2 di medsos almost everyone I know spent their new year with someone or something they love, ntah itu keluarga, teman ataupun enjoying a meaningful sunset by themselves. Dari yang lavish keliling eropa sampe yang simple2 foto di teras rumah sambil bakar2 bbq, ekspresinya setiap orang hampir sama : Happy!

Continue Reading

Sinetron Di Pagi Hari

Rasanya hati ini mau berteriak dan mengomel2 sepuasnya, ketika jarum jam bergerak ke angka 6 di jam 9 dan tidak ada pergerakan apapun di pintu masuk. Sambil memelototi handphone di tangan sementara nada dering berbunyi : “Maaf, telepon yang anda tuju tidak dapat dihubungi.”  Mendadak badan langsung berasa cape dan ngilu2 dan kondisi hatipun gundah gulana. Yah… sepenggal sinetron di atas adalah kejadian beneran walaupun saya lebay2kan. Bukan, saya bukan menelepon cari anak atau suami, bukan juga mengenai mau dapat lotere atau engga. Ini mengenai : …. Pembantu, yang pada taon 2017 ini disebut Asisten Rumah Tangga. Walaupun saya lebih senang manggilnya pegawai rumah saja. Balada emak2 dengan para pegawai ini memang seperti cerita sinetron Tersanjung yang tidak pernah habis episodenya. Apalagi di zaman sekarang ini, modelnya banyak yang ajaib banget. Saya pernah 2x dapat pekerja yang masih muda, ehh.. dikasi pergi 2x saja di weekend, bulan depannya nangis2 minta berenti karena… ehem… hamil. Belon lagi yang pacaran diem2 en diseludupin ke kamar waktu rumah kosong (!!#%?) atau yang bolongin pintu depan gara2 dikunci ga dikasi masuk. Eh terakhir ada yang pacaran ber-fb-an dan lakinya ngamuk2 karena baru sadar di rumah ada majikan laki2 (hahhh???) Nah, yang paling lucu kalo mau […]

Continue Reading

The Dragon & The Monkey

Ahay! Akhirnya kita bisa duduk sambil nge-teh en ketik laptop lagi. Rasa2nya sejak bulan Maret project go on terus, dari urusan rumah tangga (lebaran ga pake mbak yang pasti), urusan kerjaan, keluarga besar (mertua ultah, liburan ponakan pada berlibur ke Jakarta), sampe urusan traveling yang bikin cukup mabok (karena semuanya mepet en kudu diarrange ala-ala tour guide dadakan). Dan kalo memikirkan blog kok rasanya tiba2 jadi hun-hun, saking banyaknya cerita traveling yang ketinggalan.

Continue Reading

Benih Itu Bernama Ahok

10 Mei 2017.  Sehari setelah vonis hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada Pak Ahok. Saya ingat 3 tahun lalu ketika pilpres 2014, saya masuk ke bilik suara dan sambil menghela napas memilih no. 1 sebagai calon presiden saya. Selama 2 bulan saya dan suami boleh dibilang harus melawan arus mayoritas di sekeliling kami, mempertahankan pendapat kami baik dengan berdebat atau hanya tersenyum saja, dari yang dibilang halus banget (lu pilih gerombolan penjahat?) sampe yang cukup kasar (lu berdua uda gilak?? Udah ga percaya Tuhan???). Walaupun penuh keraguan, tetapi toh kami tidak bergeming. Mengapa? Karena waktu itu kami pesimis negara ini bisa berubah dalam 5 tahun di bawah kepemimpinan Jokowi. Bukan karena kami ragu dia orang baik, yang kami ragu orang baik seperti Jokowi apakah bisa menghajar segerombolan barbar yang haus kuasa dan bisa menghalalkan segala cara demi kekuasaan. Dan kami ragu apakah perubahan yang diidamkan oleh warga Indonesia bisa dilakukan hanya dalam waktu 5 tahun, sementara semua persoalan di Indonesia sudah mengurat akar puluhan tahun? Waktu itu sangat simpel pemikiran kami : karena kami tidak percaya Jokowi mampu, maka lebih baik kami memilih Prabowo, sebab bagi kami berdua yang berasal dari kampung halaman orang2 to the point dan nyablak (satu Medan satu Timor), lebih […]

Continue Reading