Benih Itu Bernama Ahok

10 Mei 2017.  Sehari setelah vonis hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada Pak Ahok. Saya ingat 3 tahun lalu ketika pilpres 2014, saya masuk ke bilik suara dan sambil menghela napas memilih no. 1 sebagai calon presiden saya. Selama 2 bulan saya dan suami boleh dibilang harus melawan arus mayoritas di sekeliling kami, mempertahankan pendapat kami baik dengan berdebat atau hanya tersenyum saja, dari yang dibilang halus banget (lu pilih gerombolan penjahat?) sampe yang cukup kasar (lu berdua uda gilak?? Udah ga percaya Tuhan???). Walaupun penuh keraguan, tetapi toh kami tidak bergeming. Mengapa? Karena waktu itu kami pesimis negara ini bisa berubah dalam 5 tahun di bawah kepemimpinan Jokowi. Bukan karena kami ragu dia orang baik, yang kami ragu orang baik seperti Jokowi apakah bisa menghajar segerombolan barbar yang haus kuasa dan bisa menghalalkan segala cara demi kekuasaan. Dan kami ragu apakah perubahan yang diidamkan oleh warga Indonesia bisa dilakukan hanya dalam waktu 5 tahun, sementara semua persoalan di Indonesia sudah mengurat akar puluhan tahun? Waktu itu sangat simpel pemikiran kami : karena kami tidak percaya Jokowi mampu, maka lebih baik kami memilih Prabowo, sebab bagi kami berdua yang berasal dari kampung halaman orang2 to the point dan nyablak (satu Medan satu Timor), lebih […]

Continue Reading

Jogja Trip : Akomodasi & Transportasi

Tadinya saya mau posting Jogja Trip ini kemaren, tetapi berhubung kemaren saya ngikutin seharian dimana hari bersejarah terjadi… seorang gubernur Indonesia dijadikan tersangka karena dugaan penistaan agama, dan bukannya si gubernur ‘ilang’ atau ‘ketangkap tangan’, justru beliau dengan gentlement mengikuti prosedur hukum dan berhasil menyatukan suku, ras, agama, warga DKI, warga Indonesia bersatu membuat #kamiahok menjadi trend topic dunia. Luar biasa banget ya!

Continue Reading

Dewasa

Pagi ini saya mengantar anak paling kecil saya naik bus di sekolah, ceritanya kelas mereka pergi ke retret. Excitednya tuh anak2 SD pertama kali nginep bareng teman2nya tanpa ditemani ortu keliatan banget. Mulai dari yang preparation mau beli snack apa dari seminggu sebelumnya, trus mau bawa baju apa saja 3 hari sebelumnya, en rencana2 ‘mama kita ga mau bobo, mau makan indomie, mau ngobrol2 sama temen… en bla bla bla lainnya’ pokoke planning2 untuk event paling penting super vvip dalam hidup mereka lah.

Continue Reading

Jogjakarta

“Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat. Penuh selaksa makna…” Sewaktu duduk di bus, saya memutar lagu yang mellow abis tapi enak banget itu pas menuju ke Gunung Merapi. Asli abis itu saya geli sendiri kesannya saya kayak pernah pacaran di Jogja, padahal seumur hidup saya cuma pernah datang sekali bersama orang tua en adik saya 26 tahun yang lalu!

Continue Reading